5 Mei 2018

Liburan Enggak Irit-Irit Banget di Bali (Part 1)


Pertengahan bulan April kemarin, masa kerjaku di kantor yang baru akhirnya genap satu tahun. Cihuuuy! Congratulation!! *Ngucapin buat diri sendiri*. Itu artinya aku udah bisa ngajuin cuti tahunan. Daaan, cuti tahunan yang pertama aku ajuin, adalah untuk liburan pasca nikah! Yihaaa!! Finally, gue bisa honeymoon juga sis, setelah nunggu 2 bulan setelah nikah.

Sebenernya budget aku dan suamik, lumayan minim. Enggak kayak orang-orang di luar sana yang bisa pesen paket honeymoon, lengkap dengan massage for couple serta lunch dan dinner, kami mah bisa bayar tiket pesawat pp dan hotel aja udah alhamdulillah. Ntar massage nya manual aja lah saling pijit sama suamik. Hihihi.

Kami pun langsung mengatur itinerary liburan yang engga irit-irit banget selama 4 hari 3 malam. Kami putuskan untuk nginep di sekitaran ubud 2 malam pertama, dan di daerah kuta atau legian, di malam terakhir. Pertimbangannya, ya namanya juga pengantin baru, pengennya suasana privat gitu di kawasan ubud. Nah kalau di legiannya biar pas pulang enggak terlalu jauh dari bandara.

Sewa Mobil

Begitu sampai di Bandara Ngurah Rai, aku dan suamik dijemput oleh mobil sewaan. Kami nyewa mobil Agya (lepas kunci) selama 3 hari. Alhamdulillahnya, bisa dapet harga yang murce sis alias murah meriah. Sewa Agya lepas kunci harganya Rp180 ribu per hari di Bali Mutia Car Rental. Dibanding tempat sewa lainnya, ini udah yang mayan murah. Karna yang lainnya di harga Rp200 ribu per hari.
Jalan-jalan pakai mobil sewaan


Nasi Pedas Ibu Andika

Karena kami sampai bandara sekitar jam 18.00, dan perjalanan ke Ubud itu memakan waktu 1,5 jam dari Bandara, akhirnya kami makan dulu di Nasi Pedas Ibu Andika, daerah Kuta. Tempat ini cukup rame. Model-modelnya kayak warteg gitu. Jadi kita pilih mau makan nasi pakai apa, nanti dikasih kartu untuk harga makanannya, terus langsung makan dan bayarnya nanti setelah makan di kasir dengan menunjukkan kartu tsb. Kami makan di sana berdua habisnya 65 ribu udah sama air mineral botol 600 ml dua buah. Rasa makanannya enak aja. Mungkin karna kami lapar banget. Hahahaha. Dan juga aku suka rasa pedesnya. Jos nampol.


Villa di Ubud

Aku dan suamik sampai Ubud kira-kira jam 20.55 WITA ya sis, bukan WIB lagi. Kami menginap di Abirama Ubud Villa. Dapat kamar yang engga terlalu mahal. Kira-kira ratenya Rp750 ribu –Rp900 ribu. Ada juga kamar yang ratenya Rp1 juta untuk pemandangan langsung ke sawah. Karna di kampung kami udah sering lihat sawah, akhirnya pilih yang murah aja lah, yang biasa. *padahal karna ngirit sih*.

ngeliatin nyamuk terbang
Suasana villanya private. Dan kerasa deh nuansa honeymoon di Bali kayak orang-orang.Ada private poolnya, bathtub dan shower. Karena ubud ini hawanya dingin, jadi mau nyemplung kolam kok males-malesan. Pengennya kemulan aja di kasur sama suami. Hihihi.


Jalan-Jalan Hari Pertama

Di hari pertama liburan ke Bali kami, aku sebagai koordinator liburan udah ngatur jadwal untuk keliling-keliling Ubud dan sekitarnya aja. Setelah cari-cari referensi di berbagai cerita honeymoon orag lain di Bali, kami akhirnya ke Bali Pulina. Bali Pulina ini Agrowisata yang ada di Desa Tegallalang, Ubud.
Pemandangan indah di Bali Pulina

Biaya masuknya Rp100 ribu per orang. Kita bakal dijelaskan cara pembuatan kopi, khususnya kopi luwak yang dihasilkan dari pupnya binatag yang mirip musang itu. Karna aku dan suamik bukan pencinta kopi, kita ga terlalu tertarik sama penjelasan itu. Yang bikin kami antusias adalah pemandangannya yang bagus, dan dapat tester 8 jenis minuman, termasuk kopi, teh dan coklat. Tapi ga termasuk kopi luwak ya. Dari 8 jenis minuman itu, kita boleh memilih masing-masing satu minuman untuk teman makan snack. Akhirnya aku milih Ginger Coffee dan suamik milih Bali Coffee.

sedaaaap


Setelah satu jam menikmati Ginger Coffee dan Bali Coffe serta snack, aku dan suamik lanjut perjalanan ke Desa Wisata Penglipuran. Desa ini konon katanya masuk dalam 3 desa terbersih di dunia. Hebat ga sih?
apa daya cuma bisa foto candid macam ini :(

Masuk desa ini bayar Rp15 ribu per orang. Rumah-rumahnya tradisional banget dan berderet rapi. Di rumah-rumah warga juga ada jualan berbagai souvenir dan makanan serta minuman. Oh iya, di Desa ini juga ada bamboo forestnya. Sejuk dan menyenangkan buat foto-foto.

Bamboo forest
Karna udah siang, aku dan suamik memutuskan makan di Nasi Ayam Kadewatan Bu Mangku di daerah Denpasar. Itungannya sambil muter-muter Denpasar aja, nostalgia sama masa kecilku dulu yang pernah 4 tahun tinggal di sana.

nasinya mancappp

Di Nasi Ayam Bu Mangku, lumayan ramai juga. Tempatnya nyaman banget. Ada kolam ikan di tengah-tengah rumah makannya. Jadi rasanya sejuk.

Makan di sana agak-agak lupa sih habisnya sekitar Rp60 atau Rp70 ribu udah sama es teh dan es jeruk. Rasanya yahud sis! Dan Rumah Makan ini juga memang cukup terkenal di Bali. Next, aku dan suamik balik lagi ke Villa sekitar jam 14.00. Pengen leyeh-leyeh manja di Villa sambil berenang bareng. Kan sayang ada private poolnya tapi ga dipake. Hihihi.

Untuk leyeh-leyeh manjanya engga usah aku jelasin lah ya, ngapain aja. Buahahaha. Yang pasti kami istirahat biar engga capek-capek banget buat jalan-jalan besok. Soalnya, besok harinya aku dan suamik pindah hotel di daerah Legian.

Pagi jam 8 harus cus ke Tanjung Benoa buat waterpsort, main parasailing dan jetski, terus siangnya check in deh di Hotel Harper. 

(To be continued....)

next episode...

1 komentar:

  1. wah, seru banget mbak honeymoonnya. aku pun penasaran sama Bali Pulina itu hehe ��

    BalasHapus