Pengalaman Pertama Anak Masuk Daycare

Setelah melewati drama ART, aku dan suami memutuskan untuk mendaftarkan Rafa di Daycare Depok yang udah kami seleksi dari beberapa pilihan. Akhirnya jatuhlah pilihan kami pada salah satu Daycare yang lokasinya ada di Jalan Tole Iskandar Depok. Menurut kami Daycare ini homey, caregivernya juga terlihat profesional dan tempatnya bersih serta punya jadwal teratur dan jelas.

Kami mengambil paket 10 kali pertemuan dalam setahun karna masih coba-coba dulu, takut engga cocok. Hari pertama sukses. Rafa tampaknya cocok dan mau main di daycare. Walaupun katanya sempet nangis nyariin Mamanya, tapi engga lama kok, sebentar aja terus tenang lagi. Hari kedua, masih sama, santai, dan mau ke daycare tanpa drama. Tapi, mulai ada perubahan sifat Rafa di hari kedua setelah pulang daycare. Tiba-tiba dia jadi pendiam, pulang dari daycare mendadak demam, padahal paginya sehat-sehat aja. Udah gitu engga batuk dan pilek juga. Cuma demam.

Pengalaman Mencari Serum Pencerah Wajah yang Cocok

Di usia yang sudah memasuki kepala tiga ini, salah satu kebutuhan penting yang jadi concern aku yaitu merawat wajah. Pengennya sih meskipun usia nambah, wajah tetep cerah, glowing dan sehat. Kebayang enggak sih kalau wajah kita kusam, timbul flek-flek atau mulai keriput. Rasanya pengen teriak aja di dalam kamar sambil memandangi cermin, "aaargh tidaaaak..."

Makanya, sebelum semua itu terjadi, aku mulai sibuk nyari-nyari serum pencerah wajah yang cocok sama wajahku. Beberapa kali aku udah gonta-ganti serum pencerah wajah juga loh karna ngerasa engga berefek apa-apa.

Ternyata oh ternyata, setelah baca-baca artikel sana sini, kalo mau wajah yang cerah dan sehat itu bukan perkara nyari serum pencerah wajah atau day cream dan night creamnya aja. Tapi juga harus diimbangi sama makan makanan sehat, banyak minum air putih dan cukup tidur juga. Apa kabar aku ya, yang kebanyakan makan micin. Hiks.

Jadi mumpung masih awal tahun 2022, aku berusaha mengubah pola hidup dan bikin resolusi baru yaitu hidup lebih sehat demi wajah dan masa depan yang cerah. Mumpung masih belum terlambat ya, karna di 2022 ini usiaku udah mau jalan 31. Padahal jiwa ku kayak anak usia 17. Hihi

Pengalaman Mencari Daycare di Depok

 Siapa di sini yang working mom dan memutuskan anaknya masuk daycare, ngacung?!

Karna habis terkena syndrome never ending drama ART, beberapa hari ini, aku dan suami sibuk muter-muter nyari daycare di Depok. Tentu saja nyari yang enggak terlalu jauh dari rumah, atau sejalan sama keberangkatan ke kantor. Berhubung rumah kami posisinya di Depok bagian selatan dekat dengan Perumahan Grand Depok City, akhirnya kami berkeliling mencari daycare dari….Google Map! Hahahaha. Eh tapi ini beneran loh, modal awal kami nyari daycare ya dari Google Map, setelah itu dari instagram pake hashtag #daycaredepok.

Akhirnya bertemu lah kami dengan 5 daycare di Depok yang kalau dilihat dari foto kegiatannya menarik dan juga lokasinya tidak begitu jauh dari rumah. Ini dia pilihannya:

Pengalaman Staycation di Pesona Alam Resort & Spa, Puncak

Siapa yang kangen banget staycation pas pandemi kayak sekarag, ngacung? *tos! kita sama gaes. Hihi. Pandemi udah jalan setahun lebih, rasanya jenuh juga kan kalau di rumah terus. Butuh hiburan dan liburan sis!


Nah, beberapa waktu yang lalu, aku dan keluarga staycation di masa pandemi dengan perasaan yang nyaman dan gembira. Hotel yang aku tempati ini menurutku lumayan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi. Jadi, saat check-in, para tamu diminta menunjukkan hasil swab negatif maksimal H-24 jam saat check-in. Kebersihannya pun ga usah ditanya deh. Apalagi fasilitasnya. Mantab!

Staycation di masa pandemi yang nyaman itu ada di Pesona Alam Resort dan Spa, Puncak, Bogor, Jawa Barat. 

Mengatasi Perasaan Insecure Saat Anak Dekat dengan Pengasuh

 

Sebagai ibu pekerja alias working mom, aku merasa galau banget ketika melihat anak lebih dekat dengan pengasuhnya. Kita ini ibunya loh, masa iya anak lebih suka main sama pengasuhnya daripada kita. Nyes hati ini. Langsung deh mikir, apakah aku bukan ibu yang baik?

Perasaan ini mulai muncul ketika Rafa berumur 6-8 bulanan. Penyebab kedekatan Rafa sama pengasuhnya ini ada 2. Pertama, karena di umur 5 bulan, aku terpaksa meninggalkan Rafa selama 3 minggu full karena mengikuti pelatihan dasar CPNS, dan yang kedua, kurangnya special time yang aku berikan untuk Rafa.

Ketika Anak Sudah Siap Untuk Toilet Training

Tidak perlu memaksakan diri jadi Ibu yang sempurna, cukup jadi Ibu yang bahagia.


Mungkin kalimat itu cocok untuk menggambarkan alasan aku baru mengenalkan toilet training ke anakku, Rafa di usianya yang sudah menginjak 2 tahun. Sebelumnya sudah ada beberapa pertanyaan dari keluarga kenapa kok Rafa masih  full pake diapers. Padahal, sepupu-sepupunya yang lain biasanya sudah mulai lepas diapers di umur maksimal 1,5 tahun. Dan jawaban aku sederhana, "karena sebagai ibunya, aku belum siap".

Jujur, membayangkan bekas ompol di celana, rumah bau pesing lalu sibuk menggotong bocah ke kamar mandi sudah bikin aku capek sendiri. Jadi, daripada stress, pada saat itu aku berpikir biarlah waktu yang menjawab kapan sebaiknya toilet training ini dimulai.