3 Sep 2019

Pengalaman Tes CPNS Kemenkeu

Hai hai hai...

Sesuai dengan janji ku yang berlangsung di dalam hati saat pengumuman akhir tes CPNS Kemenkeu di 2018, aku bakal cerita soal pengalaman tes CPNS kalau berhasil lolos sampai akhir. Awalnya engga nyangka juga bisa lolos sampe tes SKB alias Seleksi Kompetensi Bidang. Soalnya, ya tau sendiri yang ikut tes CPNS apalagi Kemenkeu itu bisa sampai 20-30 ribuan pendaftar. Daaaan, yang akhirnya lolos tes akhir itu sekitar 400an orang.

Cerita ini dimulai saat usia kehamilanku 5 bulan...

Karena iseng-iseng pengen ikutan euforia temen-temen dan suami yang ngedaftar CPNS, aku putuskan ikut CPNS Kemenkeu ngambil formasi Analis Keuangan. Itupun daftar CPNS Kemenkeu karna syaratnya paling mudah, dan usianya masih masuk dalam kualifikasi yang dibutuhkan, yaitu max 28 tahun untuk S1. Waktu itu, usiaku 27 tahun. *Yaampooon, udah mau kepala 3!!*

Oh iya, saat itu aku ambil jalur lulusan terbaik alias cumlaude. Bukan karna gegayaan loh. Tapi karna aku mikir lemah banget untuk tes wawasan kebangsaan (TWK), dan di jalur cumlaude ini passing grade nya agak berbeda dengan jalur umum. Buat yang engga tau, bisa googling sendiri yah. Padahal untuk jalur cumlaude dengan formasi analis keuangan, yang dibutuhkan itu cuma 3 orang loh. Iya, gue nekat emang!

Untuk proses awal,sama dengan tes CPNS pada umumnya. Daftar dulu di website SSCN untuk milih K/L lalu memilih formasi yang kita inginkan. Next, yaitu verifikasi berkas fisik. Untuk CPNS Kemenkeu verifikasinya di Kampus STAN Bintaro. Begitu pengumuman lolos berkas keluar, aku langsung dapat jadwal SKD alias Seleksi Kompetensi Dasar di Kantor Walikota Jakarta Barat. Karna lagi hamil dan aku anaknya manjaaah, mintalah untuk ditemenin suami, dan suami khusus cuti satu hari demi mensupport sang istri. Unch, jadi pengen minta traktir makan. Hahaha!

Oh iya, sebelum keluar jadwal tes dan sebelum verifikasi berkas, aku udah nyicil belajar bareng temen-temen di kantor lama dan bareng suami juga, tesnya yaitu tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelejensi umum (TIU) dan tes karakteristik pribadi (TKP). Enaknya jadi ibu hamil pas tes CPNS ini, selalu didahulukan loh gaes!Karna kan bumil memang salah satu yang berkebutuhan khusus. Buahahaha... Jadi pas mau tes gitu, di saat teman-teman lainnya naik tangga dan harus baris berbaris, bumil hanya berjalan santai naik lift. Duduknya pas tes SKD pun di belakang, dekat dengan pintu biar gampang. Alhamdulillah, selesai tes hasilnya langsung keluar dan aku dapet skor.....374!! 

Ini dia skornya..

Karna seneng, aku memutuskan untuk makan di salah satu mall bareng suami. Walopun seneng, sebenernya masih belum yakin buat bisa lolos tes selanjutnya yaitu S K B...

Untuk tes SKB di Kemenkeu, terdiri dari Psikotes Online, tes wawancara serta tes kesehatan dan kebuaran (TKK). Aku paling suka part tes wawancara. Engga tau kenapa aku ngerasa percaya diri banget pas wawancara itu. Sebelum wawancara, kita disuruh buat ngisi CV serta kekecewaan (kegagalan) dan keberhasilan selama 2 tahun terakhir. Aku tulislah jaman-jaman di tempat kerjaku yang lama. Nah, pas wawancara ya ga jauh-jauh beda pertanyaannya dari apa yang kita tulis itu. 

Kuncinya adalah percaya diri, salam, senyum, sapa, sopan, dan jawaban-jawaban kita haruslah sesuai dengan nilai-nilai kementerian keuangan. Hasil dari tes wawancaraku adalah.... (Fyi, nilai integritas harus di atas 1)


Kemudian, untuk psikotes online, ya kurang lebih sama dengan psikotes pada umumnya. Tapi kok menurutku agak susah. Mungkin karna udah lama ga psikotest dan juga karna dibatasi waktu, jadi banyak nomor yang engga keisi. Dan hasilnya adalah...


Terakhir pas TKK, tes kesehatan dan kebugaran, dimana tesnya selain diperiksa dokter juga ada lari  keliling lapangan bola selama 12 menit, sit up, push up dan shuttle run. Ini yang dilema. Pas periksa ke dokter dan dinyatakan raga dan kandunganku sehat dalam usia 6 bulan, dokter justru menyerahkan keputusan untuk ikut tes kesehatan atau engga ke aku. Makin bingung lah aku. Di sisi lain, kalo engga ikut ya berarti engga ikut tuntas tes kesehatandan kebugarannya. Tapi kalo ikut, ya kali lagi hamil lari dan sit up, push up. Setelah diskusi panjang lebar sama suami dan ngobrol sama dokternya, akhirnya kuputuskan untuk ga ikut tes kebugaran. 

"Mba, percaya aja, rejeki itu engga akan tertukar. Anak juga kan termasuk rejeki," begitu kata Sang dokter.

Akhirnya aku pulang selagi temen-temen lain pada lari-lari dan sit up, push up. Sebelum pulang, aku tanya sama salah satu panitia.

"Mas ada engga sih yang hamil, engga ikut tes, tapi lolos tes CPNS Kemenkeu?"

Jawaban masnya, "Ada kok mba. Percaya aja mba, rejeki itu engga kemana."

Daaaan, saat hasil final keluar di akhir tahun...

Alhamdulillah, rejeki emang engga akan tertukar. Tepat tanggal 1 Februari, akhirnya aku resmi jadi CPNS Kemenkeu di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bersama ratusan teman-teman lainnya. Balik lagi ke masa ini, sekarang aku posisinya masih CPNS Kemenkeu ya gaes, udah latsar dan tinggal nunggu penempatan aja. Doakan mudah-mudahan dapat penempatan yang bisa dekat dengan suami dan baby ku ya.. Aamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar